jump to navigation

Fenomena Hijabers 24/10/2012

Posted by Nadia in Fenomena.
Tags: , , , , , , , , , ,
add a comment

Saat ini muncul komunitas yang menamakan diri mereka hijabers. Komunitas yang berangkat dari keyakinan agama lalu menciptakan tren fashion tersendiri.

Yono, sebagaimana pebisnis, menangkap ada peluang yang bisa diambil dari fenomena ini. Tapi sebelum itu ia perlu pelajari dulu masak-masak tentang hijabers ini.

Tentu maksudnya Yono ingin cari kesempatan untuk pasarkan produk busana yang menyasar segmen ini.

Walaupun katanya pasar ini sudah dikuasai oleh kaum hijabers sendiri, Yono tak menyerah. Lha wong sumpit di China, burger di Amerika, kain sari di India, dan vodka di Rusia aja dia yang pasok kok. Apalagi dengan kondisi booming seperti sekarang di mana permintaan melonjak. Juga dengan mulai meringseknya gaya hidup hijabers ini dalam budaya pop Indonesia.

Menembus budaya pop. Seorang hijaber senior eksis di Star Wars.

Dilakukanlah penelitian singkat. Dan setelah beberapa lama, dibantu oleh tim riset, akhirnya ditemukan hasil penelitiannya. Poin-poin temuannya kira-kira seperti berikut ini:

1. Menutupi tubuh

Hijab yang berasal dari Bahasa Arab berarti menutupi. Detilnya berarti menutupi seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah. Itu pandangan paling umum sih. Karena ada juga yang lebih jauh lagi berpendapat yang ditutup lebih keseluruhan lagi hingga yang tampak cuma sebaris untuk mata melihat saja.

Jadi mulut ditutup, bagian daerah mata terbuka. Untuk tipe yang seperti itu disebut burqa.

Bagian daerah mata tertutup, mulut terbuka. Ini contoh yang terbalik. Keliru.

 2. Warna-warni

Poin yang diperhatikan juga soal warna  berani, mencolok, beragam dan cerah yang dipakai oleh kalangan hijabers dalam berbusana. Bagi Yono ini perkara gampang. Dia sendiri sudah punya pabrik cat yang bisa memproduksi bahan pewarna apa saja yang dikehendaki. Termasuk warna-warna yang tidak dapat dilihat oleh manusia dan hanya bisa dilihat oleh hewan dengan saraf penglihatan peka seperti tokek.

Tokek ini mencari istri sholehah.

3. Kreasi di ikatan/untiran/pita

Hijabers juga berkreasi di ikatan/untiran/pita pada kain hijab mereka. Di sini murni ide dan inisiatif dari per masing-masing saja. Inspirasinya bisa berasal dari majalah, tabloid, atau dari bintang film yang juga pakai hijab (asli atau tuntutan peran).

Yono mendapat ide supaya nanti barangnya laku, dia juga akan menerbitkan majalah mode hijab untuk meramaikan tren ini. Eksemplar pertama rada sulit karena tidak ada satupun cewek yang mau jadi model, baik dari kalangan hijabers maupun non-hijabers. Usut punya usut ternyata pada takut ditipu. Banyak agen model tukang tipu sih sekarang. Mereka ngerasa nggak aman aja, apalagi majalah baru.

Tapi Yono tak kekurangan akal, the show must go on. “Kalau cewek-cewek itu pada tak mau, kita cari model yang lain saja lah,” begitulah katanya. Akhirnya dengan perjuangan tak kenal lelah, majalah itu sudah siap terbit.

Para model sedang berpose di sesi pemotretan.

***

Lucu-lucu ya mereka? Okesip, sekian dulu laporan kali ini. Semoga bisa dipetik hikmahnya bapak-bapak dan ibu-ibu. Salam tajir!

Iklan
Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Blognya Alfredo

“The positive thinker sees the invisible, feels the intangible, and achieves the impossible.”