jump to navigation

Keamanan Rumah Ala Yono 13/10/2012

Posted by Nadia in Ala Yono.
Tags: , , , , , , , , , , ,
trackback

Indonesia negara yang aman. Orang-orangnya juga ramah bersahabat, senang bergotong royong. Tapi akhir-akhir ini memang sedang ada gangguan di mana-mana. Kerusuhan, orang berkelahi, tawuran. Penyebabnya pun macam-macam, ada yang karena tidak puas, politik (“Aku benci politik,” kata Yono), masalah cewek, dan ada juga yang karena gila saja.

Oleh karena itu Yono serius mengatur masalah keamanan di kediaman rumahnya. Tapi diatur supaya keamanan ini tidak mengganggu kenyamanan dirinya maupun orang lain. “Jangan sampai orang lain jadi takut kalau mau berkunjung ke rumahku,” begitu pesannya. Untuk membuktikan kesungguhannya, ia menyewa konsultan yang ahli dalam soal pengamanan.

Namaku Bond, James Bond. Tolong es dawetnya diaduk ya, jangan dikocok.

Mister Bond mulai bekerja. Setelah sebulan lamanya dia mondar-mandir mengecek, menulis, berpikir, dan tidur dengan beberapa Bond Girls maka disampaikannya laporan akhir tentang  bagaimana seharusnya keamanan di istana Yono. Hasil laporan ini menggembirakan Yono, dan langsung pada saat itu juga diperintahkannya untuk direalisasikan. Akhirnya inilah skema keamanan yang ada di kediaman tersebut:

1. Lapis Pertama: Satpam Bank.

Yo, dawg?

Terlatih bela diri dan menggunakan senjata, tegas, tapi juga ramah sehingga orang-orang tetap nyaman. Satpam-satpam bank adalah andalan di keamanan lapis pertama yang ditaruh di luar pagar pintu gerbang. Satpam yang direkrut adalah yang pilihan. Yang terbaik di antara yang terbaik. Selain punya track record pengamanan yang bagus, juga harus punya nilai tinggi di service melayani nasabah. Sebagian besar satpam yang dibajak dari bank mau-mau aja ditawarkan kerja di tempat Yono. “Habis di bank risikonya tinggi, bro,” ujar pengakuan salah satu dari mereka. “Udah gitu gajinya kecil, outsourcing pula.” Wih, sedih ya. Begitulah nasib tenaga kerja di Indonesia. Bagaimana ini Pak Menaker? Pak Presiden?

2. Lapis kedua: Babi Penjaga

Sekarang keamanan di dalam pagar. Memelihara anjing penjaga terlalu mainstream dan mahal. Anjing yang terlatih itu biaya perawatan dan pelatihannya tidak sedikit. Sudah gitu biasanya manja pula. Diberi makan yang tak sehat sedikit, langsung mencret, opname di dokter hewan. Kehujanan sebentar sudah kena flu. Lebih baik pasang babi penjaga. Babi biayanya lebih murah. Dia bisa makan apa saja.

Dan “dih, kalau naruh babi emang siapa yang takut?” katamu? Ah, belum pernah baca tentang babi yang makan majikannya ya?

3. Lapis ketiga: All Out Infantry

Oke. Jika misalnya ada penyusup dan dia bisa melewati satpam dan babi, maka dia tidak bisa dianggap enteng. Dan juga pasti ia datang bukan atas niat baik, karena bukankah lebih baik bermusyawarah dan bermufakat daripada nyelonong melewati satpam dan babi? Jadi untuk lapis ketiga ini, tak ada ampun lagi, langsung hajar habis, Jenderal!

Batalion infantri pasukan darat dilengkapi senjata berat, tank dan artileri dibantu oleh pasukan katak yang telah dibekali macam-macam beladiri (jujitsu, krav maga, silat cingkrik). Tak cukup di situ, skuadron udara siap mendukung dari atas dengan heli tempur dan pesawat pembom B-52.

Skenario terburuk… eh, atau terbaik ya? Tergantung sih.

4. Lapis keempat: Gate Keeper, Mad Dog

Bagaimana jika si penyelonong bisa lolos dari operasi militer di lapis ketiga? Wow, walaupun kemungkinannya cuma 0,0001 % tapi Mister Bond tetap menyiapkan senjata pamungkas di depan pintu masuk rumah Yono. Diculik langsung dari apartemen kumuh berlantai 30 dengan iming-iming bisa pindah ke apartemen yang lebih bagus milik Agung Sedayu Group, Mad Dog akan menghentikan siapapun yang berani masuk ke rumah Yono tanpa izin.

Mana Feny Rose?

5.  Lapis kelima: Polwan

Sebenarnya level penyusupan setelah ditanamnya Mad Dog di pintu depan pasti akan jadi nol. Tapi Mister Bond menyarankan diletakkan petugas keamanan juga di dalam rumah untuk jaga-jaga (maksudnya jaga-jaga kalau dia sendiri yang berkunjung). Polwan-polwan ini kandidat yang tepat. Kalau bahasa Jepangnya itu: kawaiii ..nee. *sigh

Yono bisa dengan mudah mengurus izinnya dengan meminta langsung pada Kapolri. Si pak jenderal polisi menyetujui dengan catatan: “Jika masa tugas berakhir harus segera kembali ke korps. Jangan berlindung di balik media dan menyudutkan Polri. Ini bukan kriminalisasi. Konflik itu tidak benar dan dibuat-buat. Kami selalu berkomitmen dalam pemberantasan korupsi.”

Heee? Apaa???

Yeay, gak usah nglaporin lalu lintas Jakarta yang berantakan lagi. ^.^v

Yah, mungkin Kapolri terlalu pening dengan urusan penyidiknya yang tak mau kembali dari KPK. Yang penting surat izin polwan ini sudah diteken.

Ehem…

Itulah kira-kira gambaran keamanan di istana milik Yono. Semoga informasi ini bermanfaat untuk rakyat Indonesia. Salam tajir!

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Blognya Alfredo

“The positive thinker sees the invisible, feels the intangible, and achieves the impossible.”

%d blogger menyukai ini: